About Me
- Son Rokhaniawan Perdata, S.T
- I am its person simple. Bad blood platitude. Directly az goes to aim target
Shoutbox
Pengikut Setia
Instalasi Java pada OpenSUSE 10.3
Instalasi Java secara cepat dan mudah pada OpenSUSE dapat dilakukan langsung melalui YAST. Namun, karena kita berniat menjadi programmer, mari kita mulai dengan sedikit hand-made
. Kadangkala, kita butuh Java SDK yang lebih update daripada yang dibundel pada OpenSUSE, itu alasan sebenarnya.
Salah satu yang membuat bingung waktu install Java, adalah : Java versi yang mana yang harus saya pakai ? Jangan dibingungkan dengan istilah. Kita akan mulai belajarJava melalui paket yang paling mudah, yaitu J2SE.
Instalasi Java
Mudahnya, kita akan gunakan Java yang didownload dari Sun. Pada link http://java.sun.com, ada 3 variasi Java, yaitu Java SE, Java ME dan Java EE. Kita langsung dari yang awal yaitu J2SE.
- Download Java SE dari http://java.sun.com/javase/downloads/index.jsp
- Copy ke folder /opt. Butuh account root untuk mengakses folder ini
- Masuk ke Konsole / Terminal
- Install Java SE. Pada Konsole, ketikkan perintah berikut:
- chmod +x /opt/jdk-6-linux-i586.bin
- ./jdk-6-linux-i586.bin
- Check hasil instalasi
- java -version
Ambil untuk Linux. Tidak usah yang dibundel dengan Netbeans ataupun yang lainnya. Saat ini versi terbaru adalah 1.6.0. Untuk Linux ada 2 tipe ( Linux RPM in self-extracting file dan Linux in self-extracting file), ambil yang kedua, dengan nama jdk-6-linux-i586.bin
Perintah : ALT+F2, ketik konsole
chmod +x /opt/jdk-6-linux-i586.bin ./jdk-6-linux-i586.bin
[Note : titik-slash-namafile]
java -version
java version “1.6.0″
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.6.0-b105)
Java HotSpot(TM) Client VM (build 1.6.0-b105, mixed mode, sharing)
Bagaimana jika yang kita install adalah versi 1.6.0 tapi versi yang keluar adalah versi lain ? Berarti sudah ada Java SDK yang tertanam di OpenSUSE. Java yang baru saja kita install terletak pada folder /opt/jdk1.6.0. Coba check dengan perintah berikut.
- ls -l /usr/bin/java
ls -l /usr/bin/java
lrwxrwxrwx 1 root root 22 Jan 24 09:22 /usr/bin/java -> /etc/alternatives/java
Jika hasilnya seperti diatas atau folder yang tampil tidak sesuai, kita bisa “memaksa” agar OpenSUSE menggunakan Java yang baru saja kita install. Ketik perintah berikut :
- ln -s /opt/jdk1.6.0/bin/java /usr/bin/java
ln -s /opt/jdk1.6.0/bin/java /usr/bin/java
Check ulang dengan perintah Java -version pada Konsole
Setting Classpath
Buatkan ClassPath agar kompiler Java [javac] bisa dikenal dari berbagai folder, dengan langkah sebagai berikut :
- Buat file dengan nama .bash_profile. Simpan pada home directory. Jika masuk sebagai root, simpan pada /root. Jika masuk sebagai user biasa, simpan pada /home/namauser. Pada Linux, file yang diawali dengan tanda titik berarti hidden file.
- Ketik isi file .bash_profile dengan :
- JAVA_HOME=/opt/jdk1.6.0
- export JAVA_HOME
- export PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin
- Simpan
- Log-off dari OpenSUSE
- Masuk kembali
- Test Kompiler. Buka konsole, ketik
- Jika menghasilkan keluaran, berarti kompiler Java sudah siap digunakan. Jika belum, check ulang penulisan CLASSPATH dan sesuaikan dengan kondisi instalasi
JAVA_HOME=/opt/jdk1.6.0 export JAVA_HOME export PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin
javac
Baca Selengkapnya......
Posted by
Son Rokhaniawan Perdata, S.T
at
3:32 AM
0
comments
Labels: Java
Mendapatkan IP Address dan Host Name
Java menyediakan fungsi InetAddress untuk mendapatkan alamat IP maupun nama host suatu komputer. Alamat IP maupun nama host yang didapatkan tidak tergantung pada alamat ip dan nama host komputer lokal saja, namun juga dapat digunakan untuk mengecek alamat IP dan nama host di Internet, tentu dengan syarat komputer kita terhubung dengan internet. Penggunaan fungsi ini juga terkait erat dengan setting DNS pada komputer yang kita gunakan. Berikut adalah contoh program yang menunjukkan fungsionalitas tersebut : Program ini tidak secara smart mendeteksi masukan apakah itu alamat IP ataukah host name. Untuk kemudahan, saya menggunakan 2 buah TextField sebagai contoh. Pada aplikasi terapan, input IP Address ataupun Host Name bisa didapatkan melalui variabel.private void btnCheckHostNameActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) { try { String strHostName = InetAddress.getByName(txtIPAddress.getText()).getHostName(); JOptionPane.showMessageDialog(null, "Host name dari IP Address '" + txtIPAddress.getText() +"' = "+ strHostName); } catch (UnknownHostException ex) { JOptionPane.showMessageDialog(null, ex); Logger.getLogger(frmIpAddress.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex); } } private void btnCheckIPAddressActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) { try { String strIPAddress = InetAddress.getByName(txtHostName.getText()).getHostAddress() ; JOptionPane.showMessageDialog(null, "Alamat IP dari '"+txtHostName.getText() +"' ="+ strIPAddress); } catch (UnknownHostException ex) { JOptionPane.showMessageDialog(null, ex); Logger.getLogger(frmIpAddress.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex); } } private void btnCheckLocalActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) { try { InetAddress AlamatInternet = InetAddress.getLocalHost(); JOptionPane.showMessageDialog(null, "Host name lokal : " +AlamatInternet.getHostName()); JOptionPane.showMessageDialog(null, "IP Address lokal : " +AlamatInternet.getHostAddress() ); } catch (UnknownHostException ex) { JOptionPane.showMessageDialog(null, ex); Logger.getLogger(frmIpAddress.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex); } }
Posted by
Son Rokhaniawan Perdata, S.T
at
3:27 AM
1 comments
Labels: Java
Java Fundamental
Bagi temen2 yg baru sekali ini belajar Java.. PS: "//" adalah komentar, apapun yang ditulis setelah // tidak akan diproses Setelah dicompile Test.java akan menghasilkan Test.class Pada tahap ini program kita diatas akan mengeluarkan error tidak dapat dijalankan, karena Java tidak tahu harus dimulai darimana program aplikasi kita ini. Nah tinggal tambahkan keyword tersebut ke file Test.java kita : Jadi program Test.java diatas sudah dapat dicompile DAN dijalankan. Program kita diatas ketika dijalankan akan mengeluarkan tulisan Hello World ke console. misalnya: int tipeInt; Sama halnya dengan pengurangan, perkalian, pembagian.
Ini ada tutorial singkat mengenai cara membuat file Java, mengcompile file Java tersebut, dan bagaimana menjalankan program Java.
Dibagian ini juga akan membahas sedikit tentang variabel dalam Java..
Silahkan mengikuti
Okey skrg gw kasih tutorial singkat mengenai Java, bukan tutorial game, melainkan tutorial dasar-dasar Java, untuk membantu yang bener2 pemula sama sekali ^_^
LANGKAH 1: Membuat kode program Java
Nah hal pertama adalah, bagaimana asal mula suatu program aplikasi Java?
Untuk menjalankan program Java, pertama-tama kita buat file teks (txt) biasa, beri nama dengan format penamaan TitleCase dan akhiri dengan extension .java :
Misalnya Test.java
Untuk mengisi kode programnya, edit file tersebut dengan menggunakan teks editor apa saja, misalnya Notepad.
FILE :: Test.java
Isikan kode programnya:
public class Test {
// Test -> sesuai dengan nama filenya: Test.java
// (ingat Java case sensitive, Test berbeda dgn test)
}
PS2: sekali lagi Java adalah case sensitive, penulisan harus benar2 memperhatikan huruf kecil dan huruf besar.
LANGKAH 2: Mengcompile kode program kita
Compile kode program yang telah kita buat dengan menggunakan Java compiler (javac.exe) yang telah termasuk dalam bundel Java SDK (J2SE), dapatkan Java SDK di http://java.sun.com/j2se/.
Gunakan DOS Prompt, buka melalui Start menu-Run-ketik CMD.
Tuliskan ini di DOS prompt :javac Test.java
LANGKAH 3: Menjalankan program tersebut
Untuk menjalankan program yang telah kita compile diatas digunakan Java launcher (java.exe), juga melalui DOS prompt :java Test
LANGKAH 4: Membuat start awal aplikasi
Start awal jalannya suatu aplikasi Java dimulai dari ditemukannya kata kunci (keyword) :public static void main(String[] args) { }public class Test {
public static void main(String[] args) {
// application start-point
}
}
Tapi karena isinya kosong, jadi program kita tsb tidak melakukan suatu hal apapun, sungguh suatu program yang tak berguna
java Test -> masuk ke bagian application start-point dan selesai, tidak ada yang dikerjakan.
LANGKAH 5: Mengeluarkan suatu tulisan
Nah untuk mengeluarkan output ke console (DOS prompt) kita gunakan fungsi System.out.println("kata") :public class Test {
public static void main(String[] args) {
System.out.println("Hello World!");
}
}
Ah ha! Akhirnya program kita sudah jalan dan mengerjakan sesuatu, apakah Anda sudah cukup senang sekarang?!
Nah selanjutnya kita akan mengenal variabel2 dalam bahasa program Java.
LANGKAH 6: Mengenal variabel serta jenis-jenisnya
Nah setelah kita mengetahui bagaimana dasar aplikasi Java dari membuat file berekstensi .java sampai menjalankannya, sekarang saatnya untuk berkenalan dengan jenis-jenis variabel yang terdapat dalam Java.
Jadi apa itu variabel??
Untuk menyimpan nilai tertentu di dalam program aplikasi kita (memori komputer), nilai tersebut haruslah disimpan sesuai kedalam suatu variabel yang tipenya sesuai dengan tipe dari nilai tersebut.
Kita tidak dapat menyimpan tipe bernilai angka ke variabel bertipe nilai huruf ataupun sebaliknya.
Pada bahasa pemograman Java, tipe-tipe variabel yang tersedia diantaranya :
- double : untuk menyimpan nilai berupa angka bilangan desimal, misalnya: 0.5
- String : untuk menyimpan nilai berupa teks kata-kata, misalnya: "Hello World"
- boolean : untuk menyimpan nilai sederhana iya atau tidak, misalnya: true
Untuk mendeklarasikan variabel yang dapat menyimpan nilai tersebut cukup dengan menggunakan:[tipe_variabel] [nama_variabel];
pendeklarasian variabel bernama tipeInt sebagai variabel bertipe int
Untuk mengisikan nilai ke variabel tsb gunakan tanda =int tipeInt;
tipeInt = 10; // mengisi tipeInt dengan nilai 10
Contoh dalam program:public class Test {
public static void main(String[] args) {
int a = 10;
double b = 0.5;
String c = "Halo";
boolean d = true;
// mengeluarkan nilai diatas ke console
System.out.println(a); // console tertulis: 10
System.out.println(b); // console tertulis: 0.5
System.out.println(c); // console tertulis: Halo
System.out.println(d); // console tertulis: true
// ganti nilai variabel a
a = 100;
System.out.println(a); // console tertulis: 100
}
}
Setelah kita mengetahui jenis-jenis tipe variabel dan bagaimana menggunakannya, sekarang kita lihat bagaimana cara mengolahnya/memanipulasinya.
LANGKAH 7: Operasi variabel
Variabel tersebut dapat kita olah sama seperti didalam matematika, yakni dengan menggunakan operasi pertambahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), pembagian (/), ataupun hasil bagi (%).
Misalnya: int a = 10 + 10; // pertambahan
Tidak ada yang spesial dalam mengolah data variabel tersebut, cukup gunakan tanda +, -, *, /, %
Contoh:public class Test {
public static void main(String[] args) {
int a = 10;
int b = 20;
int c = a + b; // 10 + 20 = 30
int d = a - b; // 10 - 20 = -10
System.out.println(a);
System.out.println(b);
System.out.println(c);
System.out.println(d);
double e = 2;
double f = 4;
double g = e * f; // 2 x 4 = 8
double h = e / f; // 2 / 4 = 0.5
System.out.println(e);
System.out.println(f);
System.out.println(g);
System.out.println(h);
System.out.println(5 % 3); // = 2 -> 5 / 3 = 1 sisa 2
}
}
Java juga menyediakan cara untuk mempersingkat operasi tertentu:int a = 0;
// menambah dengan 10
cara 1: a = a + 10;
cara 2: a += 10; // lebih singkata -= 10;
a *= 10;
a /= 10;
Dan Java juga menyediakan khusus penyingkatan untuk penambahan/pengurangan dengan 1:a = a + 1; -> a += 1; -> a++;
a = a - 1; -> a -= 1; -> a--;
Begitulah ulasan singkat dari Paupau si pembuat tutorial ini, semoga temen2 bisa mendapatkan dasar untuk belajar Java, selanjutnya mungkin akan banyak lagi ulasan2 menarik ttg Java..tunggu saja update terbarunya di post ini, atau apabila temen2 merasa tidak punya waktu untuk menunggu..temen2 bisa membaca tutorial java di :
http://java.sun.com/docs/books/tutorial/
Posted by
Son Rokhaniawan Perdata, S.T
at
3:21 AM
1 comments
Labels: Java
Mengenal Zend Framework - PHP MVC Framework
Struts adalah biang MVC di dunia pemrograman Java / J2EE, kalau PHP sekarang sudah ada Zend neh... bagi yang belum tahu Zend bisa baca neh.
Saat ini framework yang terkenal adalah CakePHP, Prado, CodeIgniter, Symfony, dan Zend Framework, di mana masing-masing memiliki keunggulannya tersendiri dan di antara framework itu Zend merupakan salah satu framework yang
mengimplementasikan MVC pattern untuk pengembangan aplikasi web di mana Zend Framework memisahkan bagian yang menjadi controller, model dan view.
Pada artikel ini penulis akan memperkenalkan salah satu framework populer tersebut yang dibuat oleh Zend sendiri yang merasa perlu untuk membuat suatu framework serta library yang dibangun di atas teknologi php5 dengan mendayagunakan kelebihan pemrograman berorientasi objek yang telah disediakan serta menghasilkan library yang lebih maju dan lengkap untuk mendukung kebutuhan developer php pada saat ini yang mulai beralih ke pembuatan aplikasi web 2.0.
Definisi Zend Framework menurut dokumentasinya:
“Zend Framework adalah framework open source dan berkualitas tinggi untuk membangun aplikasi web dan web service dengan PHP”
Zend Framework memiliki keunggulan-keunggulan seperti berikut:
- Dibuat oleh Zend, pengembang engine PHP
- Dibangun diatas teknologi php 5
- Lisensi Open Source berbasis BSD yang fleksibel baik untuk pengembangan aplikasi open source maupun komersial
- Dokumentasi lengkap (lebih dari 500 halaman)
- Proses pengembangan Zend Framework menyertakan unit test yang lengkap, mencakup 84% kode yang ada
- Library yang menyediakan fungsi yang lengkap sehingga hampir semua kebutuhan pengembangan aplikasi web dapat terpenuhi
- Mendukung pengembangan aplikasi MVC
- URL yang bagus dan search engine friendly
Macam-macam library yang disediakan oleh Zend Framework:
- Authentication & Authorization
- Zend_Acl
- Zend_Authentication
- Zend_Session
- Core Infrastructure
- Zend_Cache, Zend_Config, Zend_Console_Getopt, Zend_Log, Zend_Memory
- Zend_Debug, Zend_Environment, Zend_Loader, Zend_Registry, Zend_Version
- Zend_Filter, Zend_Validate
- Documentation
- Improved correctness, readability, and more examples
- Additional coverage by translation teams
- Web application development tutorial
- Mail, Formats, & Search
- Zend_Json, Zend_Pdf
- Zend_Mail, Zend_Mime
- Zend_Search_Lucene
- Model-View-Controller (MVC)
- Zend_Controller, Zend_Controller_Action, Zend_Controller_Dispatcher, Zend_Controller_Plugin, Zend_Controller_RewriteRouter, Zend_View
- Zend_Http_Request, Zend_Http_Response
- Web & Web Services
- Consuming services: Zend_Feed, Zend_Rest_Client, Zend_Service, Zend_XmlRpc_Client, Zend_Gdata, Zend_Http_Client
- Exposing services: Zend_Http_Server, Zend_Rest_Server, Zend_Server_Documentor, Zend_Server_Reflection, Zend_Soap_Server, Zend_XmlRpc_Server
- Zend_Uri
Jadi hampir semua yang Anda perlukan sebagai pengembang aplikasi web masa depan (Web 2.0) telah disediakan oleh PHP.
Pertama kali bertemu dengan Zend, penulis merasa familiar dengan konsep framework ini, karena sedikit ada kemiripan dengan Struts di mana ada Controller, Action lalu konsep forward ke view yang sesuai.
Baca Selengkapnya......
Posted by
Son Rokhaniawan Perdata, S.T
at
3:04 AM
0
comments
Labels: Php
Mengenal EJB ( Enterprise Java Bean )
Tutorial Pengenalan EJB (Enterprise Java Bean)
- Apakah EJB itu?
- Latar Belakang Enterprise Java Bean
- Kelebihan EJB
- Macam EJB
1. Apakah Enterprise Java Bean itu?
Secara singkat Enterprise Java Bean merupakan komponen software server-side yang menyederhanakan proses pembuatan komponen aplikasi terdistribusi untuk skala enterprise. Pada dasarnya Enterprise Java Bean bukanlah merupakan suatu produk jadi tetapi merupakan spesifikasi atau blueprint teknologi untuk komponen software yang menjadi bagian dari teknologi J2EE.
Menurut Sun Microsystem definisi EJB adalah:
"Aristektur Enterprise JavaBeans adalah arsitektur komponen untuk development dan deployment dari aplikasi bisnis terdistribusi berbasis komponen. Aplikasi yang dibuat dengan artistektur Enterprise JavaBeans adalah skalabel, transaksional, dan multiuser yang aman. Aplikasi-aplikasi ini mungkin ditulis sekali dan dideploy pada berbagai platform server yang mendukung spesifikasi Enterprise JavaBeans."
Catatan: Spesifikasi EJB terbaru dapat didownload di: http://java.sun.com/products/ejb/docs.html
2. Latar Belakang EJB
Berangkat dari kebutuhan aplikasi berskala enterprise yang mendayagunakan sistem terdistribusi dengan banyak user atau pengguna dalam suatu saat maka lahirlah EJB.
Sebelum adanya spesifikasi EJB, perusahaan seringkali membangun middleware sendiri di mana proses development untuk middleware sangatlah kompleks karena harus memperhatikan berbagai aspek, seperti transaksi, mekanisme penyimpanan data persisten, sinkronisasi, resource polling, networking, dan sebagainya. Aplikasi yang berjalan pada middleware harus memanggil API yang diperlukan secara eksplisit apabila ingin mengatur transaksi, menyimpan data, melakukan resource polling, dsb.
Tentu hal ini menyulitkan developer dalam menghasilkan aplikasi bisnis yang berjalan di atas middleware. Terlebih lagi tidak adanya standar atau spesifikasi global sehingga API dari suatu middleware tidaklah sama atau mungkin tidak tersedia pada middleware lain.
Middleware menyediakan service seperti berikut:
- Remote Method Invocation
- Load Balancing
- Transparent fail-over
- Integrasi Back-end
- Transaksi
- Clustering
- Dynamic redeployment
- Clean shutdown
- Logging dan auditing
- Manajemen Sistem
- Threading
- Message-oriented middleware
- Siklus hidup objek
- Resource polling
- Security
- Caching
- dll
Oleh karena banyaknya hal dan masalah yang harus dapat dilayani oleh suatu middleware untuk aplikasi berskala enterprise maka Sun Microsystem mendefinisikan suatu spesifikasi di mana suatu aplikasi yang memenuhi spesifikasi tersebut dapat dibuat tanpa harus menuliskan kode program secara eksplisit untuk menangani berbagai hal terkait dengan kemampuan yang disediakan middleware karena aplikasi dengan arsitektur EJB dapat mendayagunakan berbagai fungsi middleware yang dimanajemen oleh application server secara otomatis. Jadi dalam aplikasi yang menggunakan EJB kita akan memerlukan software khusus yang berjalan di server yang sering disebut application server di mana application serverlah yang menyediakan berbagai fungsi dan layanan middleware.
3. Kelebihan EJB
EJB memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut:
• Teknologi EJB merupakan standar teknologi dan spesifikasi yang telah disetujui oleh industri dunia. Oleh karena itu hal ini sangat menguntungkan berbagai industri terkait, baik yang mendayagunakan EJB maupun vendor yang menyediakan jasa development atau tool pendukung EJB
• Portabilitas yang tinggi. Spesifikasi EJB dipublikasikan secara umum dan tersedia gratis sehingga banyak vendor yang mengerti arsitektur EJB dengan baik dan akibatnya memunculkan banyak vendor application server untuk EJB maupun developer aplikasi EJB.
• Rapid application development. Aplikasi dapat dibuat lebih cepat karena layanan atau kemampuan middleware yang rumit dapat diperoleh dari application server.
4. Macam EJB
Enterprise Java Bean terdiri dari 3 macam yaitu:
• Sesson Beans
Session Bean digunakan untuk memodelkan proses bisnis atau merupakan logik bisnis dari aplikasi. Proses yang dapat dilayani Session Bean misalnya: mendapatkan harga barang tertentu, merubah harga barang, dll.
• Entity Beans
Entity Beans digunakan untuk memodelkan data bisnis. Apabila diistilahkan dalam kata-kata maka Entity Beans bersifat kebendaan, lain halnya dengan Session Beans yang bersifat suatu pekerjaan atau aksi.
• Message-driven Beans
Message Driven Beans adalah hampir sama dengan Session Beans dalam sudut pandang fungsi yaitu melakukan proses bisnis atau sebagai logik bisnis. Hanya saja perbedaaanya adalah message-driven beans dijalan atau dieksekusi dengan menyampaikan "message" ke bean tersebut.
Baca Selengkapnya......
Posted by
Son Rokhaniawan Perdata, S.T
at
2:52 AM
0
comments
Labels: Java
Koneksi PHP dengan Oracle
Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan tabel oracle berikut sebagai source datanya. Nama tabel adalah test.
| nama | kota |
| Prothelord | New York |
| Strawberi | Bangkok |
Tujuan kita adalah menampilkan data nama dan kota dari tabel tersebut. Namun sebelum mulai, kamu perlu mencari informasi terlebih dahulu tentang informasi login ke Oracle yang biasanya disebut dengan TNS name (kamu bisa bandingkan dengan user, password dan IP dariMySQL server). TNS name terdiri dari :
- IP server Oracle
- Port yang dipakai (kalau MySQL 3306, ingat kan?)
- SID
- User
- Password
Cobalah tanyakan sama Oracle admin di tempatmu tentang informasi tersebut.
Kalau sudah dapat, cobalah edit program berikut dengan konfigurasi TNS Name yang kamu peroleh dari admin Oracle kamu. Dalam contoh kali ini, kita menggunakan konfigurasi TNS name sebagai berikut:
- IP: 10.2.2.2
- Port : 1523
- SID : TEST
- User : namamu
- Password : pwd
Berikut contoh program untuk mengakses tabel Oracle:
”) ;
}
ocilogoff($c1) ;
?>
Setelah selesai, simpanlah dengan nama coba_oracle.php dan panggil dari browser. Kamu seharusnya akan melihat hasil sebagai berikut :
Prothelord,New York
Strawberi,Bangkok
Dah, cuman gitu doang kok. Gampang yach ?
Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya......
Posted by
Son Rokhaniawan Perdata, S.T
at
3:26 AM
0
comments
Labels: Php
Jam Analog
Download E-Book Gratis
Kategori
- Hacking (3)
- Java (12)
- Java Script (4)
- Netbeans (4)
- Networking (3)
- Php (18)
- SMS Gateway (1)
- Toko Online (1)
- Warnet (4)
Posting Terbaru
Komentar Terbaru
Blog Archive
My Blog Log
Blog Support
-
-
-
-
-
-
-
Announcement16 years ago
-
DETIK DETIK ROSULULLOH SAKRATUL MAUT17 years ago
-